Nama kerajaan Sumedang Larang dideklarasikan oleh Prabu Tajimalela menggantikan nama kerajaan Tembong Agung, yang ternspirasi kalimat " Insun Medal Medangan" , hasil tapabrata,"sideku tunggal mapat pancaindra , diamparan boeh rarang, lelembutan ngajorang alam awang-awang , ngungsi angkeuhan nu can katimu".
Kerajaan Sumedang Larang , erat kaitan dengan sejarah panjang Provinsi Jawa Barat , karenanya teks kerajaan Sumedang Larang, namanya tetap diabadikan sebagai Kabupaten Sumedang,walupun wilayahnya tidak seluas ketika kerajaan Sumedang Larang berkuasa.
Dalam perjalanan sejarahnya, nilai-nilai adat budaya Kerajaan Sumedang Larang masih bertahan hingga sekarang,selain masih dilaksankan oleh sebagian besar warga masyarakat yang mengklaim sebagai masyarakat adat Sumedang Larang , pula diakui pemerintah kabupaten sumedang , dengan mengklaim bahwa kota Sumedang adalah Pusat Budaya Sunda.
Hal yang wajar , karena selain memiliki bukti sejarah berupa museum , atribut dan senjata-senjata pusaka, catatan sejarah, terutama adanya Mahkota Binokasih, yang erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Sunda, Galuh dan Pajajaran (priangan).
Gambar Mahkota Binokasih
Masyarakat Adat SUMEDANG LARANG Menyebut diri Orang Sunda
Prabu Surawesa sebagai Putra Mahkota Kerajaan Sunda da penerus Kerajaan pajajaran , lebih meneruskan kekuasaan kakek dari ibunya yaitu Prabu Susuk Tunggal Raja Sunda.
Hal itu terjadi karena penerusnya termasuk Putra Mahkota Galuh lebihg memilih mendirikan Kesultanan Cirebon .
Akibatnya Kerajaan Galuh tidak ada yang meminpin , dan Kerajaan pajajran pun tidak dapat dilanjutkan . Hal itu mengakibatkan pula rakyat , masyarakat , warga Kerajaan Galuh dan Pajajaran , termasuk masyarakat kerajaan Sumedang Larang sebagian besar lebih memilih mengaku dan tunduk kepada Raja sunda yang tetap mempertahankan nilai-nilai keprabuan, meneruskan nilai-nilai keprabuan dari leluhurnya Pendiri Kerajaan Galuh ( Prabu Wretikandayun) dan Pendiri Kerajaan Sunda ( Prabu Tarusbawa ) sejak Tahun 669 Masehi.
Terutama berdasarkan bukti sejarah kaitan keberadaan Mahkota Binokasih termasuk atribut dan simbol kerajaan Pajajaran , yang diserahkan oleh Raja Sunda kepada Raja Kerajaan Sumedang Larang , yang hingga sekarang berada dan diabadikan di Museum Sumedang Larang kabupaten Sumedang. Bukti bahwa nilai-nilai adat budaya Sunda bertahan di Bumi Sumedang Larang hingga sekarang, yang dilaksanakan oleh masyarakat Adat dipimpin PEMANGKU ADAT SUMEDANG selaku trah SUMEDANG LARANG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar